<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dirtymel's Weblog &#187; psikologi</title>
	<atom:link href="http://dirtymel.wordpress.com/category/psikologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirtymel.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jan 2009 07:04:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dirtymel.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0dafce033690fce93e0156289d0c19e8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dirtymel's Weblog &#187; psikologi</title>
		<link>http://dirtymel.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dirtymel.wordpress.com/osd.xml" title="Dirtymel&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>MulTiple InteLliGences</title>
		<link>http://dirtymel.wordpress.com/2008/04/14/multiple-intelligences/</link>
		<comments>http://dirtymel.wordpress.com/2008/04/14/multiple-intelligences/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 05:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirtymel</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirtymel.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Gardner, kecerdasan memiliki tujuh komponen yang disebut multiple intelligences (kecerdasan majemuk), ada juga beberapa ahli yang mengatakan ada delapan bahkan sembilan. Untuk menjadi benar** cerdas berarti mendapat nilai yang tinggi dalam sebagian besar dari ketujuh kecerdasan majemuk.
Tujuh komponen kecerdasan tersebut adalah:
1. Kecerdasan Linguistik-Verbal
mengacu pada kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=29&subd=dirtymel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut Gardner, kecerdasan memiliki tujuh komponen yang disebut multiple intelligences (kecerdasan majemuk), ada juga beberapa ahli yang mengatakan ada delapan bahkan sembilan. Untuk menjadi benar** cerdas berarti mendapat nilai yang tinggi dalam sebagian besar dari ketujuh kecerdasan majemuk.<br />
Tujuh komponen kecerdasan tersebut adalah:<br />
1. Kecerdasan Linguistik-Verbal<br />
mengacu pada kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata** untuk mengungkapkan pikiran dalam berbicara, membaca dan menulis.<br />
2. Kecerdasan Matematika-Logis<br />
adalah kemampuan untuk menangani bilangan dan perhitungan, pola dan pemikiran logis dan ilmiah.<br />
3. Kecerdasan Visual-Spasial<br />
adalah kemampuan untuk melihat dengan tepat gambaran visual di sekitar mereka dan memperhatikan rincian kecil yang kebanyakan orang lain mungkin tidak memperhatikan.<br />
4. Kecerdasan Irama-Musik<br />
adalah kemampuan untuk menyimpan nada dalam benak seseorang, untuk mengingat irama itu dan secara emosional terpengaruh oleh musik.<br />
5. Kecerdasan Kinestetik (cerdas tubuh)<br />
kecerdasan ini memungkinkan seseorang membangun hubungan yang penting antara pikiran dan tubuh, dengan demikian memungkinkan tubuh untuk memanipulasi obyek dan menciptakan gerakan.<br />
6. Kecerdasan Interpersonal<span id="more-29"></span><br />
adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang** di sekitar. Kecerdasan ini adalah kemampuan untuk memahami dan memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan orang lain dan menanggapinya secara layak.<br />
7. Kecerdasan Intrapersonal<br />
adalah kecerdasan mengenali diri sendiri, yaitu kemampuan untuk memahami diri sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.<br />
Ada pula yang menambahkan menjadi 8 atau 9 yaitu:<br />
8. Kecerdasan Natural<br />
adalah kemampuan untuk mengenal, memahami serta mengapresiasi flora, fauna dan lingkungan alam sebagai kebesaran ciptaan Tuhan serta mampu mengembangkan keingintahuan tentang dunia.<br />
9. Kecerdasan Spiritual</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dirtymel.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dirtymel.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirtymel.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirtymel.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirtymel.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirtymel.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirtymel.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirtymel.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirtymel.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirtymel.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirtymel.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirtymel.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=29&subd=dirtymel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirtymel.wordpress.com/2008/04/14/multiple-intelligences/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c159e035d451120d616b866aa6e1f853?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dirtymel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jari dan Masalah</title>
		<link>http://dirtymel.wordpress.com/2008/02/20/jari-dan-masalah/</link>
		<comments>http://dirtymel.wordpress.com/2008/02/20/jari-dan-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 04:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirtymel</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[bayangan]]></category>
		<category><![CDATA[jari]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[persoalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirtymel.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[
Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda. Usianya belumlah genap 20 tahun. Namun sayang, kehidupannya sangat merana. Selalu saja ada banyak kesulitan yang dihadapinya. Usahanya sering gagal. Tak banyak yang bisa dilakukannya selain merenungi nasib.ia bertanya dalam hati, mengapa ada beribu masalah yang selalu ada di sekitarnya.
	Suatu ketika, ia mendengar ada seorang bijak yang dapat membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=17&subd=dirtymel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><title></title></p>
<p align="justify">Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda. Usianya belumlah genap 20 tahun. Namun sayang, kehidupannya sangat merana. Selalu saja ada banyak kesulitan yang dihadapinya. Usahanya sering gagal. Tak banyak yang bisa dilakukannya selain merenungi nasib.ia bertanya dalam hati, mengapa ada beribu masalah yang selalu ada di sekitarnya.</p>
<p align="justify">	Suatu ketika, ia mendengar ada seorang bijak yang dapat membantu mengatasi setiap persoalan. Kabarnya, orang tua ini selalu berhasil menolong setiap orang yang datang kepadanya. Sang pemuda pun tertarik untuk datang dan mencari jalan keluar bagi masalah yang dihadapinya. Segera saja dipersiapkan bekal untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat orang bijak itu berada.</p>
<p align="justify">	Seharian penuh ia berjalan, hingga sampailah di pinggir hutan. Hari sudah malam, ketika akhirnya ia menemukan rumah yang dicarinya. Setelah mengucapkan salam, masuklah sang pemuda dan bertemu dengan orang yang diharapkan menjadi penolongnya. &#8220;Mari masuk, silahkan duduk&#8221;, terdengar jawaban dari dalam.<span id="more-17"></span></p>
<p align="justify">	Dengan penuh harap, pemuda itupun mulai menceritakan masalah yang dihadapinya. Ia berkisah tentang pekerjaannya yang gagal, kawan-kawannya yang memusuhinya, juga semua masalah-masalah lainnya. Sang orang tua mendengarkan dengan seksama, bersungguh-sungguh untuk memahami pemuda itu.</p>
<p align="justify">	Setelah beberapa lama, usailah ia menyampaikan semuanya. &#8220;Lalu, apa yang harus kulakukan?&#8221; tanya pemuda, &#8220;apa yang sebenarnya kuhadapi dan apa masalahku?&#8221;</p>
<p align="justify">	&#8220;Anak muda, maaf, aku tak bisa sepenuhnya menolongmu. Aku hanya bisa menunjukkanmu suatu hal&#8221;. Orang tua itu kemudian menuju jendela dan membukanya lebar-lebar. Di luar sana tampak langit yang gelap gulita. Lalu diacungkannya jari telunjuk, seperti menunjuk ke atas, ke arah jendela itu. &#8220;Nak lihatlah jari telunjukku, ada berapa jari yang kau lihat?&#8221;</p>
<p align="justify">	Pemuda itu segera menjawab, &#8220;tentu saja, hanya ada satu!&#8221;. Kemudian orang tua itu berpindah, sambil menutup jendela dan mengacungkan telunjuknya ke arah dinding. Ia lalu bertanya , &#8220;Sekarang ada berapa jari yang kau lihat?&#8221;. Sang pemuda tampak memicingkan mata. Tampaklah tangan dan jari telunjuk yang teracung, dengan latar belakang dinding yang putih. Ada bayang-bayang yang tampak disana. &#8220;Lihatlah lebih jelas, jatuhkan pandanganmu ke belakang, ada berapa jari yang kau lihat?&#8221;.</p>
<p align="justify">	&#8220;Sebentar, aku melihat.. ada satu.. eh, dua jari yang kulihat&#8221;. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, dinding yang putih memberikan nuansa yang berbeda dalam pantulan benda. Ada fenomena lain yang membuat jari itu tampak tak seperti aslinya.</p>
<p align="justify">	&#8220;Anak muda, itu hanya nuansa bayangan dari jariku saja. Setiap benda akan terlihat berbayang ganda jika diletakkan pada dasar yang putih. Engkau pun akan melihatnya ganda jika melayangkan pandanganmu jauh ke belakangnya, dan tidak terpaku pada benda itu saja. Dan sama halnya dengan semua masalahmu&#8221;.</p>
<p align="justify">	Sesungguhnya, dalam setiap masalah, kadang bukan pemecahanlah yang harus kita cari. Tapi, kemampuan untuk melihat masalah itupun kita perlukan.</p>
<p align="justify">	&#8220;Kadang kita sering terpaku hanya pada masalah itu-itu saja, tanpa pernah membiarkan kita melihat sisi-lainnya. Cobalah layangkan pandanganmu ke belakang, pada jarak yang berbeda pada setiap masalah, engkau akan menemukan bukan hanya satu, tapi dua atau tiga hal yang terlihat. Anggaplah jari telunjukku sebagai semua masalahmu. Dan dinding itu sebagai pikiranmu&#8221;.</p>
<p align="justify">	Maka engkau akan dapat melihat sosok suatu masalah, dengan jelas, pada dinding yang putih, pada pikiran yang jernih. Engkau akan mampu melihat dengan lebih jelas apa yang kau hadapi pada pikiran yang tenang, bukan pada latar yang gelap dan penuh amarah.</p>
<p align="justify">	&#8220;Tataplah semua masalahmu itu dalam pandangan jernih, tenang dan bersih. Teliti setiap persoalan hidupmu, dengan hati yang suci. Susuri dan pahami setiap aral di depanmu, tidak dengan pandangan yang gelap gulita. Pahami dan maknai semuanya. Saat engkau memahami apa yang sedang kau hadapi, maka engkau akan mudah mengatasinya. Setiap persoalan, mungkin terlihat seperti satu hal saja, namun sesungguhnya hal itu mempunyai sisi lain yang tak terungkap, hingga kita mampu melihatnya dengan pandangan yang jernih.&#8221;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dirtymel.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dirtymel.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirtymel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirtymel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirtymel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirtymel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirtymel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirtymel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirtymel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirtymel.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirtymel.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirtymel.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=17&subd=dirtymel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirtymel.wordpress.com/2008/02/20/jari-dan-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c159e035d451120d616b866aa6e1f853?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dirtymel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KiSah PohoN APeL</title>
		<link>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/kisah-pohon-apel/</link>
		<comments>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/kisah-pohon-apel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 08:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirtymel</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/kisah-pohon-apel/</guid>
		<description><![CDATA[
    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=12&subd=dirtymel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><title></title></p>
<p align="justify">    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.</p>
<p align="justify">    Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon pael itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon pael. Wajahnya tampak sedih. &#8220;Ayo ke sini bermain-main lagi denganku&#8221;, pinta pohon apel itu. &#8220;Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi&#8221;,jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya&#8221;. Pohon apel itu menyahut, &#8220;Duh, maaf aku pun tak punya uang&#8230; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu&#8221;. Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.<span id="more-12"></span></p>
<p align="justify">    Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. &#8220;Ayo bermain-main denganku lagi&#8221;, kata pohon apel. &#8220;Aku tak punya waktu&#8221;. Jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&#8221;. &#8220;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu&#8221;, kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.</p>
<p align="justify">    Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. &#8220;Ayo bermain-main lagi denganku&#8221;, kata pohon apel. &#8220;Aku sedih&#8221;, kata anak lelaki itu. &#8220;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&#8221;. &#8220;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah&#8221;. Kemudian anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.</p>
<p align="justify">    Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. &#8220;Maaf anakku&#8221;, kata pohon apel itu. &#8220;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu&#8221;. &#8220;Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buah apelmu&#8221;, jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat&#8221;, kata pohon apel. &#8220;Sekarang aku sudah terlalu tua untuk itu&#8221;, jawab anak lelaki itu. &#8220;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini&#8221;, kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.</p>
<p align="justify">    &#8220;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang&#8221;, kata anak lelaki. &#8220;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu&#8221;. &#8220;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang&#8221;. Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="center">*****</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="justify">	Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.</p>
<p align="justify">	Yang terpenting : <b>cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita. </b></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dirtymel.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dirtymel.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirtymel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirtymel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirtymel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirtymel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirtymel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirtymel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirtymel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirtymel.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirtymel.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirtymel.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=12&subd=dirtymel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/kisah-pohon-apel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c159e035d451120d616b866aa6e1f853?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dirtymel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MaNaGeMeNt StReSs</title>
		<link>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/management-stress/</link>
		<comments>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/management-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 08:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirtymel</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen stres]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/management-stress/</guid>
		<description><![CDATA[
Bukan berat Beban yang membuat kita Stres, tetapi lamanya 
kita memikul beban tersebut. -Stephen Covey-
	Pada saat memberikan kuliah tentang Management Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya : &#8221;Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?&#8221; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
&#8221;Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=11&subd=dirtymel&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><title></title></p>
<p align="center"><i>Bukan berat Beban yang membuat kita Stres, tetapi lamanya </i></p>
<p align="center"><i>kita memikul beban tersebut. -Stephen Covey-</i></p>
<p align="justify">	Pada saat memberikan kuliah tentang Management Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya : &#8221;Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?&#8221; Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.</p>
<p align="center"><i>&#8221;Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.&#8221; </i>Kata Covey.<span id="more-11"></span></p>
<p align="justify">	&#8221;Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya!.</p>
<p align="justify">	Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.&#8221;</p>
<p align="center"><i>&#8221;Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.&#8221;</i></p>
<p align="justify">	Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi&#8221;.  Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.</p>
<p align="justify">	Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.</p>
<p align="justify">	Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya&#8230;!!</p>
<p align="center"><i>Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.</i></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">StaRt the dAy with sMiLe and HaVe a Good DaY</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dirtymel.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dirtymel.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirtymel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirtymel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirtymel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirtymel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirtymel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirtymel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirtymel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirtymel.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirtymel.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirtymel.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirtymel.wordpress.com&blog=2418288&post=11&subd=dirtymel&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirtymel.wordpress.com/2008/01/24/management-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c159e035d451120d616b866aa6e1f853?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dirtymel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>