Pada suatu hari, hari apa ya…, tanggal 29 Mei 1982 lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan suami istri yang berbahagia (sok romantis nih…). Tetapi mereka bingung (8 keliling, ga’ nanggung**) nentuin nama anak mereka. (Oh… ya, ceritanya ini di sebuah rumah sakit)
Istri : Pap… siapa nama anak kita?
Suami : Belum tahu mam, lagi bingung nih! (sambil memegangi kepala dan mondar-mandir keliling rumah sakit).
Istri : Sudah dapat pap? kan udah keliling rumah sakit 7x! (ssst… suaranya lembut banget lho)
Suami : Masih belum Mam, apa perlu kita pergi ke mbah dukun? itu… tu dukun Saleho.
Istri : Hus… itu kan dukun pijet. Ntar anak kita diberi nama Mami Arifin lagi. Nggak ah! Tunggu saja kita pasti dapat hadiah… eh… ilham maksud mama.
Mereka pun terdiam (1000 bahasa bukan 1000 puisi). Tidak beberapa lama (kira** 1 jam 10 menit 15 detik) ada tamu berkunjung ke ranjang sebelah pasangan suami istri tersebut (padahal mereka hampir tertidur lho…). Tamu tersebut mengunjungi kakaknya yang sudah melahirkan anak kembar 5, 2 laki-laki dan 2 perempuan ( lho… lha yang satunya gimana????). Tamu dan kakaknya tersebut adalah orang betawi (100% tulen… tanpa bahan pengawet… bila sakit berlanjut hubungi dokter!)
Tamu : (sambil menggandeng anaknya) Mpok ape kabar? sehat** aje nih?…
Kakaknya : Iye… gue sehat, ame siape lu kesini?
Tamu : Ame Lia, anak gua
(Stop! untuk percakapan dua orang tersebut hanya sampai disitu, sesuai skenario sutradara). Tak sengaja lewat depan rumahmu… (lho itu kan syair lagu tenda bakso, penyanyinya Joshua. Ngawur aja!). Tak sengaja percakapan kedua orang tersebut didengar oleh sang suami. Sang suami terpaku pada dua kata “ame Lia”.
Suami : Mama… mama bangun ma! Mama suka paprika ya…? eh… mam bangun mam, papa dapat ilham (bukan anaknya bu Doel, tetangga NgGembol) sekarang papa tahu siapa nama anak kita!
Istri : Siapa pap? siapa.. siapa… siapa?
Suami : AMELIA ! gimana, bagus nggak? (Pake nulis di atas kertas segel segala, takut didahului orang lain).
Istri : Bagus sekali pap, AMELIA, wah nama yang cantik seperti anaknya. (asli omongan istri lho… bukan niat nuji… he.. he..)
Nah sejak saat itulah nama AMELIA menjadi nama bayi pasangan suami istri yang terus berbahagia sampai saat ini dan pada saat** selanjutnya. Amin
TAMAT
<cerita ini dari sahabatku SMA, I Miss U…..>
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment







hahahahahaha…………………….
gak nyangka nama AmeLia terinspirasi dari sebuah kunjungan
bisa2 aja teman mbak amel itu kalo bikin cerita..