Anak & Uang

Sejak dini, anak dapat dibiasakan untuk mengelola uang. Dengan pembiasaan untuk mengelola uang maka anak dapat hidup hemat. Tulisan ini kudapat waktu mengikuti seminar di salah satu sekolah di Malang. Berikut adalah cara-cara yang dapat diterapkan pada anak :

  1. Usahakan tidak menggunakan kartu kredit di depan anak anda, karena ini bukan pelajaran yang baik untuk anak. Lebih baik anak mengetahui sejak dini bagaimana orang tua harus bekerja keras untuk memperoleh penghasilan.
  2. Kelola uang saku. Beritahu si kecil bahwa uang saku harus dikelola. Ambil kotak sepatu bekas, jadikan “bank” mereka. Buatkan juga “rekening bank” di selembar kertas. Biarkan mereka mencatat.
  3. Buat ABPA. Setelah memiliki “rekening tabungan” tadi, susun ABPA (Anggaran Pendapatan Belanja Anak). Suruh mereka menulis daftar “kebutuhan” (seperti: sikat gigi, buku dll) dan “keinginan” (seperti: boneka, kaset dan mainan). Beri pengertian, apa beda kebutuhan dan keinginan. Lalu ajari bagaimana menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran. Maksudnya, agar anak-anak belajar memprioritaskan belanja kebutuhan yang memang diperlukan, bukan sekedar demi kesenangan.
  4. Ajari Menabung. Pancing dengan sumbangan anda pertama kali. Dorong mereka untuk menyisihkan uang sakunya tiap bulan. Biarkan tabungan ini sampai anak beranjak dewasa.
  5. Rawat Barang. Anak-anak patut diajarkan merawat barang milik mereka. Sebab semakin cepat rusak mainan dan pakaiannya berarti semakin banyak uang keluar untuk membeli yang baru. Suruh mereka membayangkan bagaimana kalau uang yang digunakan untuk bolak-balik belanja adalah uang mereka.
  6. Hemat Energi. Tanamkan kebiasaan sikap hemat energi. Mulai dari kebiasaan sehari-hari. Misalnya mematikan lampu saat meninggalkan kamar tidur, mematikan televisi bila tidak ditonton, telah mengetahui pasti akan mengambil apa saat membuka lemari es (agar pintunya tidak terlalu lama dibuka) dan tidak berlama-lama menggunakanshower. Biarkan mereka tahu bahwa kebiasaan semacam ini juga berhemat.

3 Comments

  1. Artikelnya bagus sekali, barangkali dapat dipakai untuk evaluasi terhadap apa yang sudah aku lakukan

  2. Terima kasih…. Semoga bermanfaat

  3. Jadi ingat…dulu sejak SD, tiap awal minggu, ortu saya membiasakan anaknya membuat proposal sederhana tentang uang jajannya. Misalnya uang saku ke sekolah @ Rp 500,- berarti seminggu dapat jatah uang saku Rp 3000,-. Uang naik angkot @ Rp. 200,- berarti jatah transport Rp. 1200,-, dst…Sampai waktu SMP saya sudah terbiasa dengan jatah uang saku bulanan. Yang menggembirakan, saya tidak terlalu shock saat harus memanage uang saku yang pas-pasan waktu kuliah jauh dari ortu…
    Nice blog, mbak…nice to know you 2…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment